Pengalaman Diamuk Gajah Lampung
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Maklumlah, adek kita ini masih baru. Paling baru 2 bulan jadi wartawan, jadi wajar kalau belum tahu,” kata Sasam menenangkan.
Namun ternyata hal itu tak cukup ampuh meredam amarah Imron yang merupakan legenda angkat besi berjuluk “Gajah Lampung” itu.
Karena keburu kesal, akhirnya wawancara seputar prestasi angkat besi itu pun gagal berlanjut.
Namun saya tetap mewawancarai Bang Sasam tentang persiapan Porprov sesuai proyeksi awal
Meski membuat hati gundah, kejadian itu menjadi pengalaman tak terlupakan sekaligus jadi reminder bagi saya sebagai wartawan.
Bahwa wartawan wajib hukumnya harus menguasai topik yang akan ditanyakan ke narasumber agar nyambung.
Dengan begitu, kita bisa menanyakan hal-hal yang sesuai konteks dan selaras dengan isu yang dibahas dan dijadikan berita.
Sehingga informasi yang kita dapat juga akurat, serta berita yang kita sajikan juga tidak ngawur. Dan yang terpenting kita tidak dianggap "bodoh" oleh narasumber.
Pengalaman saya diamuk “Gajah Lampung” itu juga sekaligus untuk mengasah mental agar tidak jadi wartawan yang gampang baper.
Imron Rosadi kini sudah menjadi legenda olahraga Lampung. Maka tak heran sejak tahun 2024 lalu, namanya diusulkan KONI untuk diangkat sebagai Pahlawan Olahraga Lampung.
Gajah Lampung
angkat berat
angkat besi
olahraga Lampung
Opini
Tampan Fernando Hasugian
Imron Rosadi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
