Domino Efisiensi
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Efisiensi, satu kata yang kian banyak diperbincangkan saat ini.
Pemerintah pusat, bahkan daerah pada awal 2025 mengumumkan melakukan efisiensi anggaran.
Jumlahnya tak main-main, ditingkat pusat mencapai Rp306,69 triliun.
Sementara ditingkat Provinsi Lampung, Pemprov Lampung melakukan efisiensi anggaran dalam postur APBD sebesar Rp600 miliar
Hal ini ternyata memberikan dampak seperti efek domino.
Di mana balok-balok usaha yang sudah tersusun berurutan bisa terkena dampak jika balok terdepan didorong.
Akhirnya jatu satu, jatuh semua.
Seperti yang dilakukan Pemprov Lampung saja, berbagai kegiatan dipangkas. Mulai dari belanja alat tulis kantor mencapai kurang lebih 90%.
Belanja makan dan minum rapat dan tamu mencapai kurang lebih 80%; Belanja cetak, cover dan penggandaan mencapai kurang lebih 70%; Belanja Perjalanan Dinas mencapai kurang lebih 60% dan Belanja Pemeliharaan mencapai kurang lebih 75%.
Kemudian Belanja Modal Peralatan dan perlengkapan Kantor kurang lebih 95%; Belanja Sewa Gedung/Hotel Ruang Pertemuan kurang lebih 95%; Belanja Honorarium mencapai kurang lebih 50%; Belanja Konsultan mencapai kurang lebih 50%.
Efisiensi anggaran
pemprov Lampung
pemprov Lampung efisiensi anggaran hingga 600 miliar
apbn
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
