Merajut Kesadaran Ekologis Sedari Dini
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Berbagai macam tema dalam karya sastra memberikan sejumlah pandangan yang bervariatif. Perbedaan inilah yang dapat membantu para orang tua memilah pendidikan atau pengetahuan apa yang ingin ditanamkan kepada anak-anak.
Contohnya, seperti karya sastra berbentuk prosa dengan tema tingkat fisik, tema tingkat organik, tema tingkat sosial, tema tingkat egoik, dan tema tingkat divine (Shipley, 1962).
Tema tingkat fisik adalah tema yang menempatkan manusia diluar tingkatan kejiwaan. Sehingga tema ini akan lebih banyak menunjukkan aktivitas fisik dari pada konflik.
Selanjutnya, yakni tema tingkat organik yang menempatkan manusia dalam tingkatan kejiwaan. Tema ini menunjukkan berbagai persoalan yang menyangkut kejiwaan manusia.
Dalam tema tingkat sosial, tentunya manusia ditempatkan sebagai makhluk sosial. Tema ini akan banyak menunjukkan hubungan bermasyarakat, tempat aksi-interaksinya manusia dengan sesama dan lingkungan alam.
Dalam tema tingkat egoik menekankan pada pengembangan karakter atau kepribadian tokoh utama dalam cerita seperti kepercayaan diri, keberanian, dan kemandirian kepada anak-anak.
Sementara itu, tema tingkat divine mengeksplorasi tema-tema keagamaan atau spiritual untuk mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.
Sastra anak dapat mempengaruhi pandangan anak terhadap berbagai hal, baik itu terkait nilai, sikap, maupun pengetahuan.
Sastra anak dapat membantu anak untuk memahami dunia di sekitarnya, mengembangkan empati dan toleransi, serta mengajarkan nilai-nilai moral yang baik.
Melalui sastra anak, anak dapat mengenal berbagai budaya dan tradisi dari berbagai negara serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Selain itu, sastra anak juga dapat memperkaya kosakata dan keterampilan membaca anak.
Merajut Kesadaran Ekologis Sedari Dini
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
