Laskmi Holifah: Menuju Guru Milenial, Gurunya Zaman Digital
Tampan Fernando
Bandarlampung
“Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar merupakan guru yang kreatif, inovatif dan terampil dalam pembelajaran dan energik dalam melayani peserta didik,” jelas kata lulusan S2 STKIP PGRI Bandarlampung ini.
Dengan metode belajar yang menarik dan seru, Laskmi yakin setiap guru di sekolah akan menjadi guru yang dirindukan para murid-muridnya.
Meski dituntut berkembang sesuai dengan tuntutan zaman, namun Laskmi menekankan bahwa peningkatan kualitas Pendidikan yang melek digital bukan berarti meninggalkan norma-norma budaya agama, dan nilai-nilai Pancasila.
“Peningkatan kualitas pendidikan harus kita lakukan tanpa harus menghilangkan karakter Pancasila, budaya dan agama. Itu tidak boleh kita tinggalkan,” kata Laskmi.
Ia pun mengajak agar semua guru terutama di daerah Lampung agar terus meng-upgrade kemampuan diri demi kemajuan para siswa sebagai generasi penerus di masa yang akan datang.
“Berubah, bergerak walau sedikit tapi berdampak. Sebagai guru kita tidak bisa menantang perubahan zaman. Sebagai guru kita harus siap berubah demi kemajuan dunia pendidikan,” tandasnya.
Tentang Laskmi Holifah
Laskmi Holifah lahir di Tanjungkarang pada Rabu, 23 Januari 1980 dari pasangan M. Soleh Akbar dan Shami Astuti. Ia merupakan anak kedelapan dari 10 bersaudara.
Laskmi lahir di daerah Kaliawi yang sarat dengan beragamnya beberapa etnis namun Kaliawi merupakan kawasan yang mayoritas etnis Banten. Itulah kenapa Laskmi lebih dikenal dengan panggilan nama identik dengan nama etnis Banten ‘Nong’.
Pendidikan Laskmi dari jenjang SD hingga SMA ditempuh di Kota Bandarlampung. Setelah lulus SMA, ia lolos seleksi masuk PTN tanpa tes jalur PMKA.
Laskmi Holifah
guru
melek teknologi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
