Kreatif, Mahasiswa Itera Ciptakan Boneka Pintar untuk Terapi Speech Delay Anak
Tampan Fernando
Bandarlampung
Menurutnya, hasil implementasi terapi ini cukup memuaskan, karena anak menunjukkan beberapa respons, seperti tepuk tangan, menggerakan badan hingga tertawa.
Hal Ini menunjukkan potensi besar dari penggunaan teknologi IoT dalam mendukung proses terapi dan perkembangan anak yang mengalami keterlambatan bicara.
Melalui terobosan ini, Tim PKM KI Itera menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Kami berharap inovasi ini akan terus dikembangkan lebih luas, memberikan manfaat yang signifikan bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan dalam perkembangan komunikasi mereka,” tandasnya.
Untuk diketahui, Tim PKM KI Itera mengembangkan boneka pintar ini melalui kegiatan Program Studi Teknik Biomedis.
Selain Erdyvania Apritrycia, tim ini beranggotakan Nur Aida Wasi’atu Sakdiah, Raditia Fath Karomatudzaky, M. Thoriq dan Dhiyaa Rabbani dengan pembimbing dosen Prodi Teknik Biomedis Itera, Rudi Setiawan. (*)
boneka pintar
Speech Delay
keterlambatan bicara
mahasiswa Itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
