Jagalah Pemilu 2024 dengan Akhlak
lampung@rilis.id
-
Benar yang dikatakan Anwar Abbas dalam sambutannya, yang paling penting untuk menjaga kekokohan demokrasi di tanah air adalah akhlak. Jika akhlak tidak baik, secara tidak langsung proses demokrasi akan diwarnai dengan politik uang, korupsi, dan jual beli suara.
Penyelewengan kekuasaan dan juga penyelewengan mandat rakyat (pemilih) yang dilakukan politisi untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompoknya, dengan tujuan meningkatkan kekuasaan atau kekayaan, mengakibatkan rakyat menjadi korban karena hak-haknya sebagai pemilih terampas dan mencederai prinsip kejujuran dan keadilan dalam demokrasi.
Maka dari itu dalam menghadapi pesta rakyat, Bawaslu harus terus mengedukasi masyarakat bagaimana menjadi pemilih yang cerdas.
Bagaimana menjadikan mereka dengan kesadaran memilih memiliki sikap kritis dan rasional pada pemilu atau pun pemilihan. Yaitu memahami hak konstitusionalnya sebagai warga negara untuk menggunakan hak pilihnya, memahami dan mengkritisi visi, misi dan program kerja para kandidat dan parpol serta tentu saja anti terhadap politik uang (money politics). (*)
Pemilu
demokrasi
bawaslu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
