Ditunggu, Perpustakaan yang Meriangkan
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Oleh: Ikhsanuddin dan Isbedy Stiawan ZS
Dialog "Polemik Alih Fungsi Gedung Perpustakaan Lampung diinisiasi Komisi I DPRD Lampung beberapa hari lalu masih menyisakan kemungkinan-kemungkinan.
Kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mewanti tak ada alih fungsi. Tapi, pihaknya "menawarkan" untuk mengoptimalkan gedung Perpustakaan Lampung yang digadang-gadang ada kalimat "modern" di belakangnya.
Saya berpendapat, "optimal" adalah istilah lain dari alih fungsi. Seperti kerap kita dengar dari pemerintah, "penyesuaian harga" sejatinya harga naik. Dan seterusnya.
Oleh karena itu, saya sepakat dengan Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, agar tetapkan gedung itu kepada niatan semula. Sementara, Ketua Komisi I Yozi Rizal menghendaki pengelolaannýa kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Artinya, bukan adanya campur tangan Disparekraf Lampung.
Saya sepakat dengan pemikiran ini. Kalau ekonomi kreatif juga mau "berperan" dengan alasan optimalisasi, dengan--tentu saja -- memasukkan kerajinan tangan ke sana, lalu apa beda dengan alih fungsi. Seterusnya, akan makin mendominasi Ekraf daripada perpustakaannya.
Kami berpandangan, sebuah perpustakaan tidak akan menyenangkan (membuat orang riang dan nyaman) jika diabaikan space semisal ruang baca yang nyaman, ruang diskusi, ruang bagi pustakawan, pegiat dan pecinta literasi, penulis, juga penerbit, selain tentu kafe.
Kalau pun (harus) ada kerajinan tangan atau ekraf itu, dapat saja disediakan ruang.
Gedung Perpustakaan Modern Lampung di eks Kantor Dinas Peternakan Lampung, di Jalan Z.A. Pagaralam, Labuhanratu, Bandarlampung, sejatinya besar (luas) dan megah. Karena itu, yang perlu dipikirkan sejak sekarang sebelum terwujud, bagaimana mengisi dan menyiapkan ruang-ruang diinginkan ke?aknya.
Saya kira ruang para pegiat literari, pustakawan, dan juga penulis sangat penting. Misalnya space ini, suatu kelak, bisa dijadikan tempat pertemuàn atau diskusi antara penulis dengan pembaca, pembaca dengan pegiat literasi, atau penulis dan pegiat literasi, serta penulis dengan penerbit. Di Gedung Perpustakaan Modern Lampung ini, bisa digelar Festival Buku misalnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
