Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof Rudy Menangis Saat Ucapkan Terima Kasih kepada Sang Ibu
Tampan Fernando
Bandarlampung
Saat itu sang ayah hanya berkata “kamu diberi kebebasan namun tidak bisa bertanggungjawab.”
“Kata-kata yang sedikit namun menyadarkan bahwa tanggungjawab utama tidak boleh diabaikan demi aktivitas lainnya,” ujar Warek II Unila ini.
Selain itu, ibunda Rudy juga memberikan restu untuk meniti karir menjadi seorang pendidik.
Padahal saat itu Rudy sudah diterima di Lawfirm terkemuka dan BUMN terkenal dengan gaji yang besar.
“Terima kasih untuk semuanya, bahkan sampai saat ini Mama menjadi ajimat yang mengiringi dan menjaga seluruh langkah Rudy. Sesungguhnya Mamalah motivasi terbesar untuk bisa secepatnya meraih guru besar dalam usia muda ini,” kata Rudi terharu.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada sang istri Ir. Martina Anggi Silova.
“Terima kasih atas pendampingan yang luar biasa, dukungan cinta kasih dan sayang. Perhatian yang tak pernah putus juga diskusi receh yang membahagiakan,” ujarnya.
Rudy menyebut sang istri selama ini setia menemani dalam suka dan duka saat menuntut ilmu di Kobe University.
Melewati perjuangan pendidikan berdua saja di negeri orang.
“Tidak mungkin seorang Rudy bisa berdiri dalam posisi ini jika bukan karena ada perempuan hebat bersamanya,” ucapnya.
Prof Rudy
Warek Unila
Guru besar Unila
Fakultas Hukum
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
