Simbol Jaga Tradisi, Aksi Kocak Sekura Meriah di Batu Brak Lambar

Arya Besari

Arya Besari

Lampung Barat

25 Maret 2026 18:43 WIB
Budaya | Rilis ID
Salah satu peserta mengenakan topeng Sekura Kamak (kotor) berbahan kayu saat meramaikan Pesta Sekura. Foto /Arya Rilis.id
Rilis ID
Salah satu peserta mengenakan topeng Sekura Kamak (kotor) berbahan kayu saat meramaikan Pesta Sekura. Foto /Arya Rilis.id

Tradisi ini digelar setiap bulan Syawal sebagai bentuk ungkapan kegembiraan setelah Hari Raya Idulfitri.

Dalam perkembangannya, Sekura tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang sosial bagi masyarakat untuk berkumpul tanpa memandang latar belakang.

Penggunaan topeng memiliki makna filosofis sebagai simbol kesetaraan, di mana identitas sosial disamarkan sehingga semua orang dipandang sama.

Sekura terbagi menjadi dua jenis, yakni Sekura Kamak (kotor) dan Sekura Betik (bersih).

Sekura Kamak biasanya tampil dengan pakaian seadanya, terkesan lusuh, serta diwarnai tingkah laku jenaka dan bebas.

Sementara Sekura Betik tampil lebih rapi, dengan kostum yang disusun secara estetis dan terencana.

Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan dalam tradisi Sekura.

Keduanya merepresentasikan keberagaman karakter masyarakat yang tetap menyatu dalam satu perayaan.

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Lampung Barat terus berupaya menjaga tradisi ini agar tidak tergerus modernisasi.

Keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama dalam pelestarian budaya tersebut.

Menampilkan halaman 4 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

SekuraKamak

Sakuranetik

PestaSekura

BatuBrak LampungBarat

PariwisataIndonesia

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya