Isi Sastra di UMKO, Isbedy: Lampung Vakum Regenerasi Kepenyairan
Gueade
Lampung Utara
"Itu karena sudah terasah sense of poetic tadi. Selain siap menjadi 'gila' seperti dikatakan Djuhardi Basri," ungkap dia.
Menyinggung regenerasi kepenyairan di Lampung, Isbedy mengatakan beberapa tahun belakang ini dinilainya vakum. Sebetulnya, kata dia, masalah ini merata di sejumlah provinsi di Indonesia.
"Ini ditandai dengan sandiakala atau gulung tikar banyak media cetak besar di Indonesia, kemudian beralih ke digital atau website. Sehingga dunia sastra bukan lagi dianggap profesi seperti lainnya," kata Isbedy.
Selain itu, dunia kampus juga kurang memerhatikan untuk membina mahasiswa menekuni kesenian di samping menuntut ilmu. Kampus hanya berkewajiban agar mahasiswa mampu menyelesaikan kuliah.
Isbedy memberi contoh FKIP hanya melahirkan mahasiswa menjadi calon guru, di luar itu ditempuh bukan dari kampus.
"Padahal sebelum tahun 2000-an kampus banyak melahirkan sastrawan. Bahkan, ini bisa sebanding sastrawan dari dalam kampus dengan sastrawan di luar perguruan tinggi atau yang sebut sastrawan jalanan," lanjutnya.
Kegiatan ini juga dihadiri dosen UMKO yakni Windo Diky Irawan, Eny Munisah, Masitoh, dan Haryanti, WR 2 Slamet Hariyadi, dan Rektor Dr Irawan Suprapto MPd. (*)
Isbedy Stiawan ZS
UMKO
Kotabumi
Lampura
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
