Dzafira, Pembaca Puisi Termuda di Peluncuran Buku Isbedy Stiawan ZS
Gueade
Bandar Lampung
Ia mengaku tidak grogi (deg-degan) saat tampil di Taman Budaya Lampung, walau disaksikan seniman senior dan penampil lainnya berusia lebih jauh darinya.
“Kan di situ ada Bunda Iin Zakaria, ada Om Iswadi, Ari Pahala. Alhamdulillah aku gak grogi,” ujar Fira.
Dikatakannya, ia menjaga ketenangan baik pikiran dan perasaan sebelum maupun saat di panggung.
“Aku fokus dengan apa yang telah kupelajari dari puisi yang kubaca.”
Dzafira memilih puisi “Malioboro” karena merasakan kedekatan antara dirinya dengan puisi tersebut.
Malioboro adalah kota wisata di Yogyakarta yang pernah dikunjungi di bulan Oktober 2024. Saat di sana pula, terjadi pertemuan Fira dengan ibu.
“Jadi aku merasakan benar, begitu dekat dengan puisi itu,” ungkapnya.
Masih kata Fira, ia bersyukur bisa terlibat di acara peluncuran buku puisi itu.
“Aku ingin mengharumkan nama sekolah, saat dipercaya untuk membaca puisi.
Di ujung peluncuran, Fira menyerahkan buket bunga untuk Isbedy.
Dzafira
Isbedy Stiawan ZS
Puisi
Lampung
Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
