Ananda Gandeng Pianis Elizabeth, Jadi Juri Kompetisi Piano Nusantara Plus di Lampung
Gueade
Bandar Lampung
Ananda Sukarlan adalah seniman Indonesia pertama yang diundang Portugal tepat setelah hubungan diplomatik Indonesia dan Portugal pada tahun 2000.
Ia juga telah dianugerahi banyak pengakuan swasta seperti Prix Nadia Boulanger dari Orleans, Perancis.
Ananda adalah salah satu dari 32 tokoh dalam buku "Heroes Amongst Us (Pahlawan di Antara Kita)", yang ditulis oleh Dr Amit Nagpal yang diterbitkan di India.
Ananda juga masuk sebagai salah satu dari 100 "Asia's Most Influential" atau "Orang Asia Paling Berpengaruh" di dunia seni tahun 2020 oleh Majalah Tatler Asia.
Ananda lulus dari SMA Kolese Kanisius di Jakarta pada tahun 1986 dan kemudian melanjutkan studi di Koninklijk Conservatorium (Royal Conservatory of Music) di Den Haag, Belanda, di mana ia kemudian lulus dengan predikat Summa CumLaude.
Karya terbarunya akan diluncurkan bulan Mei ini oleh Warner Classics yaitu "The Springs of Vincent", berdasarkan empat lukisan tentang musim semi Vincent Van Gogh, yang dibawakan oleh pemain flute Eduard Sanchez dan pianis Enrique Bagaria.
Sementara Elizabeth menempuh pendidikan Master of Music (S2) dalam bidang classical piano performance di Australian Institute of Music di bawah bimbingan Dr. Wojciech Wisniewski.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia kembali ke Indonesia dan kini menetap di Jakarta.
Elizabeth mendirikan Elize Piano Studio, sebuah pusat pembelajaran musik berbasis daring (online) dengan siswa dari berbagai negara.
Elizabeth memiliki ketertarikan dalam mendukung praktik pengajaran dan pembelajaran musik secara daring yang efektif serta mengembangkan pendekatan pedagogi musik daring melalui penerapan teknologi pendidikan dalam pembelajaran musik.
Ananda Sukarlan
Elizabeth Michelle
Lampung
KPN+
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
