Ananda Gandeng Pianis Elizabeth, Jadi Juri Kompetisi Piano Nusantara Plus di Lampung
Gueade
Bandar Lampung
Sebagai penutup, Piano Trio No. 4 "Dumky" dari komponis Czechia Antonin Dvorak.
Elizabeth lahir di Surabaya, kuliah hingga meraih Master of Music di Sydney, dan sekarang menetap di Jakarta.
Tapi ternyata bukan hanya publik Jakarta yang bisa menemuinya. Ia akan mengunjungi Bandar Lampung -- dan tidak sendirian, tapi bersama sang maestro Ananda untuk menemui para musisi klasik muda Lampung.
Ananda dan Elizabeth akan menjadi juri di KPN+ yang kini adalah kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia.
Tahun lalu, kompetisi ini diikuti oleh 477 peserta di 8 kota yang telah memecahkan rekor jumlah peserta kompetisi musik klasik di Indonesia, dan tahun 2025 ini Lampung ikut bergabung.
Menyinggung tambahan "Plus" sejak 2024, ungkap Ananda, menandakan bahwa kompetisi ini bukan hanya piano. Tapi juga untuk semua instrumen lainnya serta vokal klasik (kategori Tembang Puitik).
Tahun lalu Ananda di sebuah media "menantang" Lampung untuk bergabung, mengingat sudah mulai banyaknya sekolah musik yang memberi pendidikan musik klasik sebagai dasar teknik bermain instrumen.
Ternyata "tantangan" tersebut disambut oleh Amadeus Piano Course di Lampung pimpinan Lily Thung. Dengan adanya mitra lokal ini Lampung resmi bergabung dengan KPN+.
Bandar Lampung menjadi mitra dengan 10 kota lain penyelenggara KPN+ : Padang 2-3 Agustus (sebagai bagian dari perayaan Ulang Tahun kota Padang ke-356), Medan 30-31 Agustus, Bandung 7 September, Bekasi 27-28 Sept, Tangerang 5 Oktober, Pontianak 24 Oktober, Palembang 1 November, Surabaya 23 November, Jogjakarta 29 November, dan terakhir Jakarta 7 Desember.
“Para pemenang dari setiap kota itu berhak masuk grand final di Jakarta yang akan diadakan tanggal 13 dan 14 Desember 2025," katanya.
Ananda Sukarlan
Elizabeth Michelle
Lampung
KPN+
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
