Uluan Nurghik, Gabungkan "Dunia-Akhirat" dengan Rumah Adat Ratusan Tahun
Joni Efriadi
Tulangbawang Barat
Pembangunan rumah tenun Tapis di Kota Uluan Nughik tersebut diharapkan dapat menjadi generator pengembangan kawasan wisata alam berbasis budaya.
”Pengembangan kawasan wisata ini meliputi bangunan-bangunan penunjang. Seperti pusat informasi dan budaya, jembatan budaya, rumah-rumah adat, gardu pandang, pusat cenderamata, dan juga rumah tenun Tapis,” jelas Umar, baru-baru ini.
Menurutnya, konsep kawasan adalah mengumpulkan beberapa bangunan tradisional Lampung yang berdiri puluhan hingga ratusan tahun. Terhitung sudah lima unit rumah tradisional yang sedang didirikan di lokasi ini.
”Seluruh rumah tradisional masyarakat Lampung dari berbagai daerah dipindahkan ke Tubaba dan diperbaiki. Itu material kayu zaman bebuyutan kita, orang Lampung yang sudah ratusan tahun,” paparnya.
Dia juga berharap, nantinya kawasan tersebut dijadikan berbagai pusat aktivitas yang memiliki sejarah kehidupan orang Lampung. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
