Tubaba Art Festival Kembali Digelar, Angkat Tema Self and Space: Interface of The Living Room
Tampan Fernando
Tulangbawang Barat
Pada hari kedua akan disajikan karya berdasarkan lokus khusus (Site specifik) berjudul The Mother and The Time, ini merupakan karya tunggal atau duo dari sebelas orang performer yang terdiri dari penari, musisi dan seniman teater.
Memilih situs patung Bu Rahmi, sebuah seri dari The Dance of Victory karya Dolorosa Sinaga, patung setinggi 3 meter berada di kawasan seluas sekira 500 meter persegi, terdapat lorong lebih dari 300 meter dan instalasai dengan lonceng setinggi 9 meter.
Instalasi besar ini terbentuk dari formasi rasi bintang Caesopia dan Andromeda. Para performer telah melakukan riset tentang hubungan antara diri mereka dan ibu masing-masing. Menemukan momen terpenting antara diri dan ibu.
Hasil temuan tersebut kemudian bertemu kembali dengan ruang arsitektural yang terletak di kawasan Ulluan Nughik. Kehadiran karya The Mother and The Time sekaligus menguatkan TAF sebagai festival yang konsisten menghadirkan karya dengan pendekatan Site Specifik.
Terdapat sejumlah lomba. Di antaranya adalah Kompetisi Arsitektur Tubaba dan Lomba Sepeda Hias. Sejumlah bangunan dan ruang ikonik seperti Islamic Center, Las Sengok, Kawasan Budaya Ulluan Nughik dan Studio Keramik Tanoh Nughik menjadi objek sketsa.
Tiga pemenang terbaik akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah. Sedangkan lomba sepeda hias memperebutkan hadiah utama Sepeda GORo, sepeda berbahan dasar bambu karya Spedagi dan Yayasan Bambu Nusantara.
Puluhan karya Seni Rupa akan terbagi ke dalam tiga pameran: Pertama, adalah karya proses dari peserta didik Sekolah Seni Tubaba kelas dasar, pada umumnya adalah karya-karya berbahan kertas.
Kedua adalah karya Seni Rupa dari kelas lanjutan, dengan lukisan media kanvas. Namun kedua pameran berada pada gagasan yang sama, yakni meyakini bahwa menggambar atau melukis bukan semata menggambarkan, melainkan menemukan.
Penemuannya bisa ke dalam diri si pelukis maupun pada alam benda. Ketiga adalah pameran tunggal karya Bachtiar Basri. Tanpa banyak orang tahu birokrat yang pernah jadi camat di Lampung Barat (1992) hingga jadi Wakil Gubernur Lampung (2014-2019) konsisten melukis hingga menghasilkan ratusan karya.
Beberapa karya ekspresionis akan dipamerkan pula di dalam festival ini. Pameran bertajuk “Lesap” akan dibuka oleh Umar Ahmad.
Tubaba Art Festival
Tulangbawang Barat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
