Tata Cara Salat Istisqa, Salat Meminta Hujan kepada Allah

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

4 Oktober 2023 23:49 WIB
Humaniora | Rilis ID
Ilustrasi: Rilisid Lampung/ Kalbi Rikardo
Rilis ID
Ilustrasi: Rilisid Lampung/ Kalbi Rikardo

7. Perbanyak doa dalam khotbah kedua.

Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, M Ishom El Saha, menjelaskan dalam materi khotbah khatib dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertaubat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar.

Dengan harapan, Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.

Tiap-tiap mengakhiri khotbah pertama dan kedua, khatib disunnahkan membaca doa dengan cara dirinya membalikkan badan dan membelakangi jemaah untuk menghadap kiblat, menukar posisi selendang sorban di pundak, seraya mengangkat kedua tangan. 

Doa Salat Istisqa

Dikutip dari islam.nu.or.id, doa istisqa ada baiknya diawali dengan doa kurab, yaitu doa Rasulullah SAW saat menghadapi kesusahan secara umum sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia.”

Doa yang dianjurkan juga pada saat kemarau panjang adalah lafal permohonan turun air hujan sebagai berikut:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Menampilkan halaman 3 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Salat Istisqa

cara salat Istisqa

kemarau

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya