Tata Cara Salat Istisqa, Salat Meminta Hujan kepada Allah
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami kekeringan, tak terkecuali di Provinsi Lampung.
Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung merilis data enam wilayah di provinsi ini yang masuk kategori kekeringan ekstrem.
Kondisi itu terjadi lantaran di daerah-daerah tersebut sudah berbulan-bulan tidak turun hujan (baca: 6 Daerah di Lampung Alami Kekeringan Ekstrem, Tak Turun Hujan Hingga 80 Hari).
Bagi umat Islam, salat istisqa menjadi cara untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Salat istisqa hukumnya adalah sunah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan.
Salat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat pada siang hari.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi:
خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوماً يستسقي فصلى بنا ركعتين بلا أذان ولا إقامة ثم خطبنا ودعا الله عز وجل وحول وجهه نحو القبلة رافعاً يديه ثم قلب ردائه فجعل الأيمن الأيسر والأيسر الأيمن
Artinya: Nabi Muhammad SAW keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rakaat bersama kita tanpa azan dan ikamah.
Kemudian beliau berdiri untuk khotbah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya (HR Imam Ahmad).
Salat Istisqa
cara salat Istisqa
kemarau
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
