DMI Bandarlampung Hadirkan Pembicara Takmir Masjid Rujukan Nasional yang Jadi Pusat Aktivitas Umat
Fi fita
Bandarlampung
"Tentu saja banyak tantangan, karena dianggap pada saat itu tak lazim. Namun kami tetap jalan," kata Kusnadi.
Kini tak hanya imam yang bergaji. Masjid Raya Al-Falah Sragen, memiliki lebih dari 30 Karyawan yang di gaji professional. Terdiri dari petugas keamanan lima personil, petugas kebersihan enam personil, dan Brigade Bersih Masjid 5 Personil dan semua Karyawan tersebut di gaji setara UMK.
Selain itu masih ada lagi beberapa divisi yang ada di Masjid Raya Al Falah Sragen seperti tim IT, pengelola BUMM dan juga beberapa pos managerial.
Banyaknya kegiatan yang berjalan di Masjid Raya Al-Falah Sragen inilah yang membuat masjid ini tak pernah sepi. Meski di luar Ramadan, jamaah salatnya selalu ramai. Sejumlah terobosan yang dilakukan yakni menolkaan bahkan meminuskan saldo kas masjid tiap akhir bulan.
Kemudian, menyediakan buka puasa dan sahur Ramadan 2.000 porsi, menyediakan buka puasa Senin dan Kamis. Minuman Gratis selalu tersedia untuk jamaah. Memberangkatkan umroh bagi jamaah salat terawih yang paling rajin salat.
"Kami juga punya layanan Brigade Bersih Masjid yang melayani pembersihan-masjid sekitar Sragen," kata Ki Kusnadi.
Selain menggaji seluruh karyawan, pihaknya juga memberikan hadiah sepeda motor bagi jamaah salat subuh terajin. Lalu, ada ATM beras untuk kaum dhuafa, hingga mengganti barang yang hilang di dalam masjid.
"Parfum gratis selalu tersedia untuk jamaah. Penitipan barang gratis dan ada petugas jaga," kata Ki Kusnadi.
Di bidang ekonomi umat, pihaknya punya program pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL) sekitar masjid, layanan event organizer Wedding (pernikahan), dan mendirikan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM).
"Ada juga makan gratis setelah kajian subuh ahad dan streaming kajian di medsos Masjid Raya Al-Falah," kata dia.
Gerindra
DMI kota
bandarlampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
