Polda Lampung Ungkap Penyebab Kematian Mahasiswa Diksar Unila, Disebabkan Tumor di Otak

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

7 Oktober 2025 15:57 WIB
Hukum | Rilis ID
ekposes kasus kematian mahasiswa diksar Unila di Mapolda Lampung. Foto: Ist
Rilis ID
ekposes kasus kematian mahasiswa diksar Unila di Mapolda Lampung. Foto: Ist

RILISID, Bandar Lampung — Tim Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Lampung menyimpulkan bahwa kematian Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang mengikuti kegiatan Diksar Mapala Mahepel, disebabkan penyakit tumor di bagian otak.

Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr. I Putu Suwartama Wiguna, menjelaskan hasil pemeriksaan ekshumasi dan autopsi menunjukkan adanya tumor otak yang berperan signifikan terhadap kematian korban.

“Dari hasil ekshumasi, penyebab paling signifikan kematian almarhum adalah tumor di otak. Untuk indikasi lain seperti kekerasan atau penganiayaan, jenazah sudah mengalami pembusukan,” ujar dr. Putu saat konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, tumor tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pertumbuhan yang panjang dan bertahap.

Berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi, tumor itu berjenis Oligodendroglioma, yakni tumor pada sel saraf otak yang dapat mengganggu fungsi otak dan menimbulkan komplikasi serius.

“Tumor ini tidak terjadi secara singkat, tapi berproses cukup lama. Hasil patologi anatomi juga konsisten dengan pemeriksaan medis sebelumnya. Secara literatur, kondisi ini tidak berhubungan dengan tindakan trauma,” jelasnya.

dr. Putu menambahkan, temuan berupa memar atau bekas luka di tubuh korban merupakan dampak tindakan medis, bukan akibat penganiayaan.

Luka-luka itu berasal dari pemasangan alat medis seperti infus dan selang drainase otak yang berfungsi mengeluarkan cairan berlebih akibat tumor.

“Yang kami temukan adalah trauma sesuai tindakan medis, seperti bekas infus dan selang di otak untuk mengeluarkan cairan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan signifikan,” tegasnya.

Selain itu, tim forensik juga mencatat bahwa jenazah korban sudah dalam kondisi pembusukan lanjut saat proses ekshumasi dilakukan, sehingga beberapa bagian tubuh sulit dianalisis secara detail.

Menampilkan halaman 1 dari 4
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Pratama Wijaya Kusuma

kasus kekerasan

penganiayaan

ormawa

Unila

mahasiswa Unila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya