Heboh Penyekapan Karyawan yang Gelapkan Uang PT. SIP Mesuji, Ini Kronologi Lengkapnya

Juan Situmeang

Juan Situmeang

Mesuji

21 Maret 2021 21:32 WIB
Hukum | Rilis ID
Tumino dan istrinya saat dievakuasi ke rumah Kepala Desa Brabasan. Foto: Juan
Rilis ID
Tumino dan istrinya saat dievakuasi ke rumah Kepala Desa Brabasan. Foto: Juan

“Ya, saya siap ganti, tapi menunggu orang tua saya mau jual kebun karet di Kalimantan, sampai hari ini belum laku-laku juga,” ujarnya.   

Sejak terungkapnya penggelapan uang itu, satu pekan terakhir, ia di non-aktifkan sebagai Kepala TU.

Terkait penyekapan, Tumino menyatakan tidak benar. Ia dan keluarganya masih bisa berinteraksi dengan sekitar. Hanya kalau mau keluar mess harus lapor ke satpam.

Mengenai penggelapan uang sekitar Rp335 juta oleh suaminya itu, Nur, istri Tumino  mengaku tidak tahu menahu sejak awal. Nur berharap, ia dan anak-anaknya dapat pulang ke Kalimantan ke rumah orang tuanya.

“Saya berharap, saya dan anak-anak bisa pulang kalau dijemput kakeknya dari Kalimantan. Kasihan anak-anak kalau disini. Kami tidak punya siapa-siapa,” ujarnya.

Sementara Karsun, Kepala Desa Brabasan sudah mendatangi Manager PT. SIP Site Mesuji, Tumpal Bakkara.  Setelah mendapat penjelasan dari perusahaan, menurut Karsun, anak-anaknya tidak boleh dibawa.

“Tidak ada penyekapan. Namun permintaan agar anak-anak Tumino bisa dibawa pulang ke Kalimantan, tidak diindahkan perusahaan. Alasannya, istri Tumino diduga terlibat dalam skandal penggelapan tersebut,” ungkap Karsun.

Manager PT. SIP Site Mesuji, Tumpal Bakkara mengatakan, pihaknya tidak pernah menyekap karyawannya. Tumpal mengaku perusahaan sebenarnya sudah memberi kelonggaran dengan diselesaikan secara kekeluargaan dan mengganti uang perusahaan.

Namun Tumpal juga mengaku jika membatasi dan mengawasi keluarga Tumino.

“Kalau mengawasi iya. Karena sejak awal Tumino tidak beritikad baik. Dan berbelit-belit. Jadi kami juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kalau-kalau kabur. Jadi kami awasi ketat. Baik Tumino bahkan istrinya. Jadi kalau mereka mau keluar, harus jelas mau kemana. Begitu juga orang-orang luar yang berinteraksi dengan keluarga ini kami awasi. Karena kami belum buat laporan polisinya. Jadi kalau terjadi apa-apa, kabur misalnya, siapa mau bertanggungjawab?” tegas Tumpal.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya