Wirausaha Kunci Membangun Ekonomi di Daerah Penyangga Jakarta

Doni Marhendro TN

Doni Marhendro TN

Tangerang Selatan

28 Januari 2019 17:08 WIB
Bisnis | Rilis ID
Community Masyarakat Berdaya Tangsel (Combat) menggelar diskusi tentang wirausaha. FOTO: RILIS.ID/Doni Marhendro
Rilis ID
Community Masyarakat Berdaya Tangsel (Combat) menggelar diskusi tentang wirausaha. FOTO: RILIS.ID/Doni Marhendro

RILISID, Tangerang Selatan — Tingginya pengguna internet di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dirasa sangat mampu untuk menciptakan peluang usaha guna meningkatkan ekonomi kelas menengah kebawah.

Koordinator Community Masyarakat Berdaya Tangsel (Combat) Hangga Pramudyanto mengatakan bahwa pelaku usaha bisa memanfaatkan internet untuk membangun ekonomi dari pinggiran Jakarta.

“Kalangan menengah kebawah saat ini sangat memiliki peluang untuk menjadi wirausaha dalam membangun usaha mandiri,” kata mantan Ketua Departemen Keanggotaan dan Database Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2016-2018 ini kepada Rilis.id di Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan, Senin (29/2/2019).

Menurut dia, berangkat dari pengalamannya menjadi pengusaha membuka usaha kecil-kecilan dapat mengawali pemberdayaan pengangguran guna membangkitkan perekonomian di Kota Tangerang Selatan, sebagai daerah penyangga Ibukota Jakarta.

Hangga melanjutkan, memanfaatkan sarana media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, menjadi salah satu sarana yang tepat untuk pemasaran hasil kreasi buah tangan pelaku usaha guna membangkitkan UMKM.

“Saat ini kita baru menyasar kepada Ibu-ibu agar memanfaatkan peluang usaha menjadi wirausaha sukses agar dapat meningkatkan perekonomian, khususnya ekomomi keluarga mereka sendiri. Banyak Ibu-ibu di sini sudah mulai membangkitkan ekonominya melalui kreasi hasil tangannya, kita akan ajak memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya," jelasnya.

Sementara Nur Elly (47), warga Jalan Talas III, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, mengaku terbantu dengan adanya ilmu yang diperoleh dari komunitas masyarakat tersebut.

Selain itu, katanya, perubahan ekonomi keluarga dirasakan ada perubahan semenjak mengikuti beberapa diskusi.

“Semula saya bingung untuk memasarkan beberapa kue hasil kreasi saya. Dari seringnya mengikuti diskusi ini, saya berubah percaya diri untuk memasarkannya. Saya nggak takut lagi membuat banyak kreasi," pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya