Sultra Targetkan jadi Lumbung Beras di Indonesia Timur
Elvi R
Jakarta
Pada rakor ini juga disampaikan model pengukuran produksi pertanian oleh Kepala BPS Sultra dengan menggunakan sistem Kerangka Sampel Area, yang merupakan suatu model pengukuran berbasis teknologi digital, sehingga data luas dan produksi pertanian dapat tersedia secara cepat dan tepat.
Pada bagian lain dari rakor ini juga turut memberikan penyampaian adalah kepala BMKG Kendari Aris Yunatas, SP. Dalam pemaparannya disebutkan bahwa musim kemarau 2019 untuk wilayah Sultra pada umumnya mulai terjadi pada bulan Juni – Juli, dan awal musim hujan untuk tahun 2019/2020 adalah pada bulan November – Desember, dengan puncak musim hujan terjadi pada bulan januari dan Mei.
"Dengan adanya prakiraan musim ini diharapkan pemerintah khususnya kementerian pertaian dapat merencakan pola produksi pangan yang lebih bersahabata dengan iklim," ujar Aris.
Pada akhir rapat koordinasi ini disepakati Luas tambah tanam periode Oktober 2019 - September 2020 padi sawah sebesar 200.904 hektare , jagung sebesar 58.157 hektare dan kedelai sebeluas 2.829 hektare. Kesepakatan ini ditandatangani oleh masing-masing Kepala Dinas Pertanian Kab/Kota se-Sultra, Dandim, Kepala Dinas Pertanian Prov. Sultra dan PJ. UPSUS Sultra dalam hal ini Kepala BB Penelitian Padi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
