Masuki Pancaroba dan Tangkapan Nelayan Menurun Pengaruhi Pengusaha Teri dan Ikan Asin
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pertengahan musim antara musim panas dan hujan atau biasa yang disebut pancaroba, sangat berpengaruh dengan hasil tangkapan nelayan di Pulau Pasaran.
Akibat menurunnya tangkapan nelayan, menurun pula produksi teri dan ikan asin di sentra pembuatan teri dan ikan asin berada di wilayah Kotakarang, Bandarlampung itu.
Seperti yang disampaikan Toto Hariyanto, salah satu pelaku usaha teri asin, yang mengatakan menurunnya tangkapan nelayan sangat mempengaruhi jumlah produksi di tempat usahanya.
Menurut Toto, dalam dua bulanan hasil tangkapan sudah agak berkurang. Biasanya kalau normal bisa mencapai 500 kilogram, namun kini menurun menjadi 300 kilogram.
"Kalau paling sedikit itu cuma 100 kilogram. Cuaca memang pancaroba kadang angin barat, kadang angin timur. Saat angin timur teduh itulah sebetulnya surganya nelayan saat menangkap ikan. Kalau angin selatan dan barat itu gelombang tinggi dan arus juga tinggi," ujarnya pada Jumat (6/8/2021).
Toto juga mengatakan, turunnya jumlah tangkapan para nelayan, akan berpengaruh dengan omset dirinya. Hal ini dikarenakan nelayan juga tidak banyak menghasilkan ikan terinya.
Menurut Toto produksi tidak terpengaruh dengan PPKM, karena pengolahan ikan dasarnya dari tangkapan.
"Kebetulan memang angin masih panca lroba, jadi pendapatan nelayan belum maksimal dan masih sedikit," kata dia. (*)
Pancaroba
nelayan
tangkapan ikan
pulau pasaran
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
