Kemenkumham Ajak Kurator Majukan Dunia Usaha, Ini Caranya

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

16 Mei 2018 22:23 WIB
Bisnis | Rilis ID
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham, Cahyo R. Munzhar. FOTO: dok. hkpi
Rilis ID
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham, Cahyo R. Munzhar. FOTO: dok. hkpi

RILISID, Jakarta — Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham Cahyo R. Munzhar mengajak kalangan kurator berorientasi memajukan dunia usaha. Kurator tidak gampang memailitkan sebuah perusahaan.

“Jadi kurator harus memastikan bahwa bagaimana dunia usaha itu berkembang. Jadi kalau orang itu masalah dengan utang, ya tidak harus langsung dipailitkan tapi mengatur ulang bisnisnya agar bisa berjalan. Juga bisa ada kans lagi pembayaran utangnya sehingga bisnisnya bisa berkembang,” kata Cahyo dalam  pembukaan Pelatihan Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI) selama dua minggu, 14 - 26 Mei 2018 di Gedung The Belleza, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Menurut Cahyo, Kemenkumham menginginkan bahwa cara pandang bagi peserta pelatihan HKPI ini tidak untuk memailit-kan tapi bagaimana berkontribusi terhadap kelangsungan usaha. Menurutnya, Presiden Jokowi ingin bisnis dapat digenjot melalui penataan sejumlah peraturan.

Pada bagian lain, Cahyo mengingatkan kepada para kurator tidak ada hanya memperkuat posisinya tapi juga memperbaiki mekanisme pelaporan secara transparan.

“Pelaporan selama ini di pengadilan niaga. Tapi kami di Kemenkumham, ingin juga ada pelaporan. Karena pendaftaran kurator ada di Kemenkumham dan karena itu sudah sewajarnya Kemenkumham itu mendapatkan laporan supaya bisa memonitor. Artinya, pelaporan kinerja dari kurator itu supaya bisa dievaluasi. Ini yang masih dibicarakan juga di dalam konteks Komite Bersama,” kata Cahyo.

Lebih lanjut, Cahyo menjelaskan Presiden Jokowi saat ini sedang gencar bagaimana caranya meningkatkan investor asing ke Indonesia. Namun, perlu diingat investor ke Indonesia tidak hanya melihat Indonesia karena kaya akan kekayaan alam atau melihat potensi pasar yang baik dan jumlahnya besar, tetapi juga melihat iklim investasinya.

“Jadi investor itu selain melihat iklim investasinya, apakah simpel atau tidak, apakah memerlukan waktu yang panjang atau singkat, bagaimana tingkat transparansinya. Hal yang penting juga yang menjadi perhatian pelaku bisnis adalah bagaimana profesi-profesi yang terlibat langsung dalam bisnis seperti profesi kurator dan notaris,” kata Cahyo.

Menurut Cahyo, deregulasi peraturan perundang-undangan dan memangkas birokrasi juga  penting mendapat perhatian. Di samping peraturan perundang-undangan dan regulasi, menurut Cahyo, hal yang penting juga adalah bagaimana profesi-profesi yang terlibat langsung dalam bisnis. 

“Profesi yang jadi perhatian adalah masalah kurator dan juga masalah notaris,” tegas Cahyo. 

Cahyo beralasan, dalam kegiatan berbisnis itu tidak sendiri, karena ada standar internasional, misalnya ada negara yang bagus buat bisnis tapi juga pada saat yang bersamaan negara tersebut tidak dijadikan tempat untuk pencucian uang atau pendanaan untuk teorisme. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya