Jelang Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Bagaimana Nasib Rupiah, Ini Kata Ahli...

Elvi R

Elvi R

Jakarta

15 Januari 2020 11:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (15/1/2020) diprediksi konsolidasi menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-Cina.

Pada pukul 09.21 WIB, Rupiah bergerak melemah 30 poin atau 0,22 persen menjadi Rp13.710 per Dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.680 per Dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, menjelang penandatanganan kesepakatan, sebagian harga instrumen berkonsolidasi, mungkin juga Rupiah terhadap Dolar AS.

"Konsolidasi bisa diartikan tidak terlalu menguat," ujar Ariston dilansir dari Antara, Rabu.

Kekhawatiran muncul setelah Menteri Keuangan AS semalam mengatakan tarif impor Cina tak akan dihapus hingga fase kedua disepakati dan kesepakatan fase kedua mungkin terjadi setelah pemilu AS.

Selain itu, rilis data neraca perdagangan Indonesia hari ini juga bisa menjadi faktor penggerak rupiah.

"Konsensus defisit 470 juta dolar. Rilis defisit yang lebih besar dari konsensus bisa menahan penguatan Rupiah," kata Ariston.

Ariston memperkirakan Rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp13.600 per Dolar AS hingga Rp13.700 per Dolar AS.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya