Gencatan Tarif, Rupiah dan Pasar, Apakah Sinyal Perang Dagang Berakhir?

Elvi R

Elvi R

Jakarta

3 Desember 2018 19:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore (3/12/2018) menguat 35 poin. Dilansir dari Antara, pergerakan ini menjadi Rp14.246 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.281 per Dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova mengatakan, meredanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina menjadi salah satu faktor utama penopang apresiasi Rupiah.

"Di sela Pertemuan G20, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping melakukan pembicaraan untuk meredakan perang dagang. Hasilnya, terjadi gencatan perang tarif, dan itu direspons pasar dengan kembali masuk ke aset 'emerging market'," ujarnya, di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Ia mengatakan, dalam periode gencatan tarif dagang itu diharapkan ada upaya oleh kedua negara itu untuk mencapai kesepakatan baru yang tidak menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan global ke depannya.

Menurutnya, sentimen dari dalam negeri mengenai laju inflasi yang dinilai terkendali juga turut menjadi faktor positif bagi apresiasi mata uang Rupiah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi November sebesar 0,27 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-November 2018 tercatat sebesar 2,49 persen, dan inflasi tahun ke tahun (yoy) mencapai 3,23 persen.

"Sentimen positif dari dalam negeri cukup terjaga, diharapkan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi di dalam negeri," kata Rully Nova.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (3/12) ini, tercatat mata uang Rupiah menguat menjadi Rp14.252 dibanding sebelumnya (30/11) di posisi Rp14.339 per Dolar AS.

Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM Jameel Ahmad menyebut, optimisme terhadap perdamaian dagang sementara antara Amerika Serikat dan Cina yang diumumkan setelah pertemuan G-20 di Argentina akhir pekan lalu berperan luar biasa dalam mengangkat selera risiko investor global di awal pekan perdagangan baru ini.

Peningkatan selera risiko terlihat di berbagai kelas aset di seluruh dunia.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya