DPR Kritisi 'Monopoli' BUMN Gaya Menteri Rini
Tio Pirnando
Jakarta
Utang empat BUMN kontruksi terbesar di bursa efek-- Wijaya Karya, Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan Pembangunan Perumahan—sudah mencapai Rp156,99 triliun pada 2017. Naik 63,14 persen dari 2016 yang besarnya Rp96,23 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) BUMN karya kini 2,99 kali, tertinggi sejak 2014.
Salamuddin menduga, lonjakan utang BUMN akan menghilangkan kesempatan mereka mengabdi pada kepentingan rakyat dan negara. “Mereka akan sibuk mengurusi naiknya utang dan mengambil proyek apa saja, menaikan harga, demi membayar utang,” katanya.
Padahal, kinerja empat BUMN Karya di lantai bursa juga melempem. Selama Maret 2018, nilai saham BUMN karya jatuh 15,05 persen. Sepanjang 2017, harga saham BUMN merosot rata-rata 13,70 persen.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
