Balitbangtan Pertegas Perannya dengan Lembaga Internasional

Elvi R

Elvi R

Jakarta

5 Maret 2019 19:10 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Bertempat di Ruang Kerja Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry melakukan tandem courtessy meeting dengan 3 (tiga) lembaga asing. Ditemani oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. Muhammad Prama Yufdy, Kepala BB Padi Dr. Priatna Sasmita sesi pertama dilakukan dengan IRRI.

Lembaga Penelitian Padi yang berkantor di Philippina ini telah menjalin kerjasama sejak Balitbangtan berdiri. Dr. Hasil Sembiring sebagai IRRI Representative Indonesia mengungkap bahwa kerja sama dengan IRRI masih dipayungi oleh MoU yang diperpanjang hingga 2022. Kerja sama dengan IRRI telah banyak menghasilkan varietas yang diakui David Johnson selaku Chief Representative for Southeast Asia bahwa dalam kurun waktu 20 tahun ini banyak yang telah dilakukan Balitbangtan, aneka varietas padi ditemukan untuk memenuhi kebutuhan termasuk mengatasi cekaman iklim dan juga hama termasuk peningkatan produksi.

Berkaitan dengan program menghasilkan varietas padi IRRI menginfokan bahwa di bulan April mendatang akan dilaksanakan Asean +3 Breeding Program Bogor, ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan ini David juga ditemani oleh Grant Singleton dan Alexander Stuart yang menetap sejak November 2018 untuk pengamatan pada tikus di Sukamandi dan juga beberapa lokasi di Aceh dan Sumatera Utara.

Disesi kedua dilakukan courtessy meeting dengan ACIAR. Kepala Balitbangtan ditemani oleh Kepala Puslitbang Peternakan, Dr. Atien Priyanti Sudardjo Puteri dan Sekretaris Balitbangtan Dr. Muhammad Prama Yufdy. Dalam kesempatan ini Ms. Mirah Nuryati menginformasikan bahwa di 2020 akan ada pemilihan untuk Policy Advisory Council (PAC) dan sebelumnya selalu dijabat oleh Kepala Badan. Namun demikian, tahun lalu Anggota PAC telah disesuaikan dengan bidang kepakarannya. Mirah mengatakan bahwa Program DFAT ke depan lebih ditekankan pada Human Health dan Nutrition. Menanggapi hal ini Kepala Balitbangtan menjelaskan bahwa peluang kerja sama pada program ini masih dimungkinkan karena ada Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, dimana salah satunya ada produk Dehaf yang mampu meningkatkan tombosit pada penderita DBD dan inovasi ini telah dilisensi.

"Demikian pula terkait dengan Zoonosis, peran BB Veteriner amat dimungkinkan kaitannya dengan Human Health dan juga Animal Health," jelas Dr. Atien.

Terkait dengan peningkatan capacity building ACIAR mengungkapkan masih terbuka John Allwright Fellowship (JAF) yang dibuka hingga April 2019. Dr. Fadjry juga berharap untuk wanita agar dibuka kesempatan lebih luas.

"Utamanya yang telah menjalin kerja sama dengan ACIAR," jelasnya lagi.

Di kesempatan akhir, FAO Representative Indonesia Dr. Stephen Rudgard menjelaskan, saat ini Balitbangtan memiliki peran yang besar dalam menghasilkan inovasi hingga digunakan petani. Rudgard kagum dengan upaya Balitbangtan menyatukan peneliti dengan penyuluh sehingga tidak ada gap informasi terkait inovasi pertanian.

Rudgard mengungkap bahwa kegiatan tahun lalu yang dinilainya memuaskan adalah Pertanian Konservasi (PK), dimana dapat dijelaskan bagaimana petani dapat meningkat pendapatannya melalui PK. Dan model seperti PK di NTT sebaiknya dapat diadopsi di beberapa wilayah dengan peran aktif Pemda.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya