Balitbangtan Kementan Ukir Sejarah di NTT, Panen Bawang Merah Tembus Rekor
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Balitbangtan Kementan melalui BPTP NTT bersama petani kembali mengukir sejarah di bidang pertanian. Panen bawang merah dengan menembus rekor produktivitas yang mencapai 18,8 ton per hektare.
Nuansa gembira dan haru diawali dalam balutan budaya Lamaholot menyambut para tamu, rombongan Bupati Flores Timur, dengan tarian "hedung" dan tarian bambu. Semua haru dalam acara panen itu, Kamis (30/8/2018) kemarin.
Pasalnya, panen yang juga dihadiri Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, Dinas Pertanian Provinsi NTT, BPTP NTT, pejabat Setda Flores Timur, Dinas Pertanian Flores Timur itu di lahan Poktan Talahia, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur yang menjadi kegiatan pendampingan kawasan hortikultura BPTP NTT.
Petani setempat juga menyampaikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan tim BPTP NTT.
"Kami petani harap bahwa BPTP masih terus membimbing kami dan petani desa sekitarnya, agar kami lebih maju dari dari sekarang, sekali pun lewat kegiatan ini kami telah memperoleh pengetahuan ketrampilan teknis budidaya bawang merah," kata Yohanes, Ketua Kelompok Tani Talahia, Desa Narasaosina.
Untuk diketahui, petani Poktan Talahia merupakan pemain baru dalam usaha tani bawang merah. Mereka patuh, setia dan bekerja giat serta tulus sehingga membuahkan hasil yang baik.
"Mereka melakukan dua lompatan sekaligus, yaitu baru pertama tanam bawang merah dan kedua langsung menggunakan benih bawang merah asal biji," kata Tony Basuki, mewakili kepala BPTP NTT.
Sementara Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi NTT, Ande Bale, mengatakan Flores Timur harus mandiri, NTT harus mandiri.
"Mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pemerintah membantu mendorong ke arah pencapaian tersebut," katanya.
Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, menegaskan, NTT kaya dan memiliki tanah yang empuk untuk pertanian, tinggal orangnya saja yang mau menyebut dirinya petani untuk bekerja lebih giat, lebih tangkas dan mengikuti anjuran inovasi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
