Balitbangtan Bina Petani Milenial Produksi Benih Sumber Padi Tahan Tungro

Elvi R

Elvi R

Jakarta

6 September 2019 20:24 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — “Jarwo Biotaro” begitu nama teknologi yang diberikan kepada petani milenial di Kabupaten Mamuju, Sulbar dalam Bimbingan Teknis (bimtek) yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulbar dan Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro) pada Rabu 4 Agustus 2019.

Bertempat di Aula BPTP Sulbar, bimtek yang diikuti 50 petani milenial tersebut dibuka oleh Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, yang didampingi Kadisperta Mamuju, Kepala BPTP Sulbar, dan Kepala Lolittungro. Selain petani milenial, hadir mengikuti bimtek tersebut para Penyuluh Pertanian se Kabupaten Mamuju, serta Babinsa dari Koramil Kaluku 1418-4/Kaluku.

“Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda, oleh karena itu generasi milenial yang bergerak dibidang pertanian harus mulai lebih menempa diri untuk berfikir komprehensif, bukan subsisten," ungkap Dr. Ir Haris.

Lebih lanjut Kapuslitbangtan menegaskan agar generasi Petani Milenial yang hadir dapat mengikuti acara rangkaian acara bimtek hingga selesai.

"Karena materi bimtek telah disesuaikan untuk menjawab permasalahan di Mamuju, yaitu bagaimana memproduksi benih padi di wilayah endemik tungro," ujar Haris Syahbuddin sebelum menutup sambutannya.

Jarwo biotaro merupakan teknologi adaptif jajar legowo yang mengkombinasikan komponen teknologi varietas unggul tahan tungro (“taro”) dengan penanaman refugia dari beragam tanaman berbunga, sanitasi lingkungan, dan biopestisida dalam mengendalikan serangan tungro. VUB yang direkomendasikan untuk ditanam pada wilayah endemik penyakit tungro meliputi Inpari 7 Lanrang, Inpari 8, Inpari 9 Elo, Inpari 36 Lanrang, dan Inpari 37 Lanrang.

Petani milenial antusias menyimak materi bimtek, terbukti dengan banyaknya pertanyaan pada sesi diskusi. Bahkan, bimtek yang direncanakan berakhir pukul 16:00 WITA baru berakhir hingga menjelang maghrib. Ketertarikan petani milenial Mamuju Sulbar pada model budidaya jarwo biotaro untuk memproduksi benih, rupanya bak gayung bersambut karena ketersediaan benih padi, terutama varetas baru masih menjadi kendala pada setiap musim tanam. Keuntungan finansial bisnis benih rupanya mampu menggugah minat petani milenial Sulbar untuk lebih giat berusaha di sektor pertanian. Akhirnya, pekik membahana segenap peserta bimtek menutup aktivitas hari itu dengan lantang

“Sulbar maju, pertanian hebat, petani milenial OK” ujar para peserta dengan lantang.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya