Universitas Teknokrat Indonesia Dukung Mahasiswa Ciptakan Inovasi untuk Petani Lampung
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Hal ini kembali dibuktikan melalui inovasi yang dilakukan oleh Indra Maulana, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro.
Indra berhasil menciptakan sebuah Alat Monitoring Pertumbuhan Bibit Alpukat Hijau Bundar berbasis Internet of Things (IoT).
Inovasi ini diserahkan langsung kepada petani di Penangkaran Bibit Alpukat Karisma Jaya, Bandar Lampung, pada 28 November 2024. Penyerahan alat disaksikan oleh para dosen pembimbing dari Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Muhammad Anwar Sadat Faidar, S.T., M.T., dan dosen penguji yaitu Elka Pranita, S.Pd., M.T.
Alat monitoring ini dirancang untuk membantu para petani dalam memantau kondisi bibit alpukat secara lebih efektif dan efisien.
Dengan teknologi IoT, alat ini mampu memberikan data real-time tentang pertumbuhan bibit, seperti kelembapan tanah, suhu lingkungan, dan parameter penting lainnya. Data ini diharapkan dapat membantu petani menghasilkan bibit alpukat yang unggul dan sehat.
Petani dari Karisma Jaya, selaku penerima manfaat dari alat tersebut, mengungkapkan rasa senangnya karena dapat berkontribusi pada pengembangan pendidikan tinggi.
"Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan Universitas Teknokrat Indonesia. Program seperti ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani, karena bukan hanya mendapatkan alat yang canggih, tetapi juga ikut berperan dalam mendukung pendidikan mahasiswa," ujar salah satu petani dalam keterangan resmi UTI, Selasa (24/12/2024).
Lebih lanjut, petani juga berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut. Mereka mengapresiasi alat ini karena sangat membantu pekerjaan mereka dalam memantau kondisi bibit alpukat.
"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya alat ini. Kami berharap inovasi seperti ini terus dikembangkan, sehingga teknologi ini bisa digunakan lebih luas lagi di kalangan petani," tambahnya.
Universitas Teknokrat Indonesia
Inovasi
Petani Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
