Unila Sukses Menggelar Festival Kebudayaan dan Anugerah Be Strong 2025
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Menurutnya, kemajuan daerah tidak boleh dipisahkan dengan budaya lokal. Bahkan menurutnya budaya itu bisa mendorong kemajuan suatu daerah, seperti Bali.
"Bali telah membuktikan kemajuan daerah dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Lampung pun memiliki potensi yang sama, dengan kekayaan budaya yang tidak kalah unik. Kita harus terus menjaga dan mempromosikan budaya Lampung agar dikenal dunia," ujarnya.
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI Prof Dr Agus Mulyana, menambahkan, Indonesia memiliki begitu banyak budaya yang beragam.
Menurutnya keberagaman itu tidak menjadi satu potensi konflik dalam perjuangan meraih kemerdekaan.
“Justru ini yang menarik keragaman budaya yang ada di Indonesia menjadi satu identitas pemersatu bangsa," ujarnya.
Dia menjelaskan dalam dalam proses perjuangan melawan penjajah di negeri ini terdapat banyak perlawanan dari berbagai daerah yang berbeda suku dan etnis dan budaya, yang pada akhirnya menjadikan adanya satu kesepakatan bersama tentang nasionalisme.
“Jadi Indonesia dengan keragaman budaya mampu menyatukan para pejuang dan pemuda yang ini puncaknya terjadi pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928," kata dia.
Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Penampilan dari Guyon Waton dengan musik khas Jawa yang berpadu dengan modernitas, serta Noe Letto yang dikenal dengan gaya musik kontemporer bernuansa filosofi, mampu memukau para penonton.
Grup musik Batas Senja juga menampilkan harmoni musik yang menyentuh dengan pesan cinta tanah air. Selain pertunjukan seni, juga menghadirkan dialog kebudayaan yang mempertemukan berbagai tokoh nasional dengan generasi muda.
Festival Kebudayaan dan Cinta Tanah ini juga menjadi ajang penghargaan bagi individu dan kelompok yang telah berkontribusi dalam pelestarian budaya di Lampung. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Festival Kebudayaan Unila
Universitas Lampung
Rektor Unila
Kementerian Kebudayaan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
