Program Jaksa Masuk Sekolah, Kejati Lampung Ingatkan Siswa Jauhi Narkoba dan Judi Online
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Seksi Penerangan Hukum pada Bidang Asisten Intelijen Kejati Lampung menggelar Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS)di SMA Negeri 7 Bandar Lampung, Kamis 9 Januari 2025.
Kasi Penkum Kejati Lampung Ricky Ramadhan mengatakan dalam kegiatan ini para Jaksa Kejati Lampung berbagi materi sehubungan dengan bahaya narkoba, kenakalan remaja dan judi online.
Para siswa juga dijelaskan tentang perkembangan Negara Indonesia yang diproyeksikan menuai bonus demografi pada 2045, karena akan didominasi penduduk berusia produktif.
Maka peluang ini harus dioptimalkan dengan memperkuat pendidikan karakter dalam menyongsong era Indonesia emas 2045 saat mencapai usia 100 tahun kemerdekaan.
Maka pendidikan karakter menjadi kunci dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Ketika semua hal bisa digantikan oleh Artificial Intelligence (AI), hanya karakter yang tidak bisa tergantikan. Maka penting membangun jati diri, mentalitas, integritas, etos, dan budi pekerti sehingga lahir SDM yang berdaya saing,” ujar Ricky Ramadhan.
Ia menyebut perkembangan teknologi telah membawa dampak besar pada kehidupan sosial. Termasuk dalam hal yang menimbulkan dampak negatif terkait kenakalan remaja salah satunya bahaya narkoba dan perjudian online.
Di kalangan pelajar fenomena ini semakin mengkhawatirkan karena mudahnya akses dan minimnya pengawasan.
Narkoba dan Judi online telah menjadi masalah serius di kalangan pelajar, terutama dengan adanya penyebaran narkoba di kalangan pelajar serta situs web dan aplikasi yang menawarkan permainan judi dengan uang sungguhan.
Untuk itu, integrasi aparat hukum dan penyelenggara pendidikan karakter dalam kurikulum formal mesti dirancang secara berkesinambungan.
Kejati Lampung
Jaksa Masuk Sekolah
SMAN 7 Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
