Prof. Akhyar Rido Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Pertama Universitas Teknokrat Indonesia
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Pesan untuk mahasiswa, kuncinya 'Iqro,' bacalah. Tanpa membaca akan susah. Kedua, sungguh-sungguh dan terakhir bergaul, sehingga bisa membantu memperoleh bukan hanya pekerjaan namun juga kehidupan yang berderajat dan bermartabat seperti dalam orasi ilmiah tadi," paparnya.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf mengucapkan selamat dan apresiasi atas dikukuhkannya Prof. Akhyar Rido.
“Ini merupakan sejarah dosen pertama memperoleh jabatan guru besar Universitas Teknokrat Indonesia. Prof. Akhyar Rido sebagai salah satu dosen terbaik Universitas Teknokrat Indonesia,” kata dia.
Prof. Akhyar Rido, kata dia, telah meraih peringkat I Bidang Ilmu Sosial Humaniora Anugerah Academic Leader Kemendikbud Ristek dan tenaga pengajar di Mahidol University Internasional College Thailand.
“Hal ini merupakan kebanggaan kami, atas prestasi yang diraihnya dan mendapat gelar profesor diusianya yang masih muda," ujarnya.
Rektor berharap capaian itu dapat menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar/profesor.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II atas segala bimbingannya dan terimakasih kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat yang telah memfasilitasi dalam pengembangan karir para dosennya," tandasnya.
Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar mendorong kampus UTI untuk melahirkan lebih banyak lagi guru besar atau profesor.
“Hal yang patut disyukuri bersama dan saya sampaikan untuk semua dosen, apalagi usia rata-rata masih di bawah 40 tahun, agar terus mengejar puncak karir menjadi guru besar," ujarnya.
LLDikti Wilayah II bahkan menargetkan dalam dua tahun ke depan atau akhir 2026 mampu melahirkan 100 guru besar.
guru besar pertama
Universitas Teknokrat
Prof. Akhyar Rido
professor Akhyar Rido
guru besar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
