Grand Final Duta Kampus UIN Raden Intan Lampung 2026, WR III Tekankan Citra Positif hingga Peran Agen Perubahan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Adik-adik masih semester dua dan semester empat. Masih ada waktu yang cukup panjang untuk terus menemukan diri dan menjadi seorang pembelajar,” katanya.
Di akhir sambutannya, Bambang menyoroti satu hal yang menurutnya konsisten ditampilkan seluruh finalis sejak sesi perkenalan, yakni senyum.
Ia kemudian mengutip pemikiran Dale Carnegie tentang pentingnya senyum dalam kehidupan sosial.
“Senyum itu bisa menjadi cahaya bagi orang-orang yang wajahnya suram. Senyum seperti matahari yang menembus awan,” ujarnya.
Karena itu, ia berpesan kepada seluruh finalis agar terus menebarkan senyum.“Teruslah senyum. Itu investasi yang tidak perlu modal, tetapi memberi efek positif dan aura positif bagi lingkungan,” kata Bambang.
Sementara itu, Kepala Biro AAKK UIN RIL, Dr. H. Abdul Rahman, M.Pd., selaku Ketua Pelaksana, dalam laporannya menyampaikan minat mahasiswa terhadap pemilihan duta kampus cukup tinggi, begitupun kehadiran audience di GSG yang meriah dan semarak.
Ia berharap seluruh finalis mampu menunjukkan kualitas terbaik karena tugas sebagai duta kampus, menurutnya, bukan hal ringan.
“Menjadi duta kampus itu berat tugasnya, dan persaingannya pun berat,” kata dia.
Sebagai bentuk dukungan, panitia menyiapkan uang pembinaan dari bagian kemahasiswaan. Selain itu, para finalis ke depan direncanakan akan dilibatkan dalam kegiatan KKN non-reguler sebagai bentuk kontribusi nyata kepada mahasiswa dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim humas dan seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap pendaftaran hingga masa karantina.
Duta Kampus
UIN RIL
UIN Raden Intan
Warek UIN RIL
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
