BMKG Lampung: Ramadan dan Idul Fitri 2025 Masih Terdampak Musim Hujan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memperkirakan bulan Ramadan dan Idul Fitri 1446 H/2025 masih terdampak musim hujan.
BMKG menyebut puncak musim hujan di Lampung di beberapa kabupaten kota se-Lampung akan terjadi pada Februari 2025. Sementara bulan puasa Ramadan mulai Maret 2025.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto mengatakan, puncak musim hujan di Lampung terbagi atas tiga wilayah.
Ada yang sudah memasuki puncak musim hujan sejak bulan November 2024 lalu, dan ada yang baru masuk puncak pada Februari.
“Prediksi kita di Januari Februari ini kita memasuki puncak musim penghujan. Provinsi Lampung inikan wilayahnya luas, kami membaginya menjadi 3 tahap tahap puncak musim penghujan,” jelas Rudi saat menjadi narasumber Rilis TV, Senin (13/1/2025).
“Yang pertama di bulan November kemarin, sudah lewat tapi masih potensi hujannya masih ada. Seperti di Pesisir Barat, Lampung Barat terus sebagian Way Kanan itu sudah,” kata dia.
“Kalau di Januari ini cenderung di Lampung bagian utara seperti Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, terus sampai Lampung Tengah, Lampung Timur terus Bandar Lampung ini sudah memasuki puncak musim penghujan,” tambahnya.
Selanjutnya yang akan memasuki puncak musim hujan pada Februari diprediksi terjadi di Lampung Selatan Selatan, Pringsewu, Pesawaran, sebagian Tanggamus, sebagian Lampung Timur dan sebagian Bandar Lampung.
Rudi menjelaskan luasnya wilayah Lampung dengan kondisi alamnya yang sangat berawan membuat perbedaan cuaca di tiap daerah.
“Masih ada daerah yang memasuki puncak musim penghujan pada Februari. Jadi potensi cuaca ekstrem masih ada, jadi harus tetap waspada,” jelasnya.
BMKG Lampung
cuaca ekstrem
bulan Ramadan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
