Patch Hydrogel, Inovasi Tim PKM-RE Pined Patch Unila Atasi Ulkus Diabetikum pada Kaki
Fi fita
Bandar Lampung
“Kami melihat ada permasalahan mengenai kesehatan bagi penderita DM. Kami juga melakukan riset adanya peluang besar untuk meminimalkan bahan limbah kulit nanas yang penuh khasiat. Jadi, kami memutuskan untuk membuat ide penelitian limbah kulit nanas yang bisa dijadikan sebagai obat,” ujar Anisah, Senin, 29 Juli 2024.
Ia juga memaparkan, dalam tahapan pembuatan produk sabun ada beberapa hal yang perlu dilakukan, mulai dari survei limbah kulit nanas, pengumpulan limbah kulit nanas, penyortiran, pembersihan dan penjemuran.
Lalu, uji determinasi, penghalusan simplisia kulit nanas, proses maserasi, penyaringan san evaporasi ekstrak kulit nanas, pengujian fitokimia, pengecekan gula dara, penimbangan aloksan, proses formulasi hingga hingga pengujian pH.
Dilansir dari akun instagram @pined_patch, hasil riset yang ditawarkan tim PKM-RE ini menggunakan limbah kulit nanas sebagai bahan utama dalam pembuatan obat.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung merupakan produsen buah nanas terbesar di Indonesia dengan jumlah produksi mencapai 861.706 ton.
Namun, mayoritas masyarakat pada umumnya hanya mengonsumsi daging buah nanas. Sedangkan bonggol dan kulit nanas masih sering dianggap sebagai limbah.
Padahal, limbah kulit nanas memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat dan berpotensi baik untuk kesehatan.
Adapun kandungan senyawa yang terdapat dalam kulit nanas di antaranya yakni asam karbonat, karotenoid, alkaloid, terpenoid, flavonoid, tanin, bromelin, kumarin, dan saponin.
Berbagai senyawa tersebut memiliki khasiat sebagai antioksidan, antikanker, antihipertensi, antiinflamasi, antidepresan, dan antidiabetes.
“Kalau untuk patch hydrogel dari ekstrak nanas itu masih jarang bahkan belum ada. Hal tersebut yang memotivasi kami untuk membuat inovasi dan melakukan pengujian untuk pembuatan obat ini. Bahkan, kami merasa senang ketika bisa mendapatkan kesempatan untuk dibimbing dengan dosen,” ujar Anisah.
Unila
universitas negeri lampung
mahasiswa unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
