Lokakarya UIGM PTKI 2024, Rektor Bahas Pengelolaan Limbah Kampus Hijau UIN RIL
Fi fita
Palembang
Dalam presentasinya, Rektor Prof Wan juga mengaitkan upaya pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Surah Al-Baqarah ayat 205 mengingatkan kita untuk tidak merusak bumi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam pengelolaan lingkungan,” jelasnya.
Enam prinsip utama dalam konsep keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang dulunya dikenal sebagai 3r (Reduce, Reuse, Recycle) saat ini berkembang menjadi 6R: Rethink, Refuse, Repair, Reduce, Reuse, dan Recycle.
Salah satu komponen yang bisa dioptimalkan adalah Reuse dan Recycle melalui program sederhana dan berkelanjutan salah satunya adalah dengan mendukung program ekonomi sirkular.
Rektor menyampaikan, konsep ekonomi sirkular menekankan pada pengurangan limbah melalui penggunaan ulang, daur ulang, dan perpanjangan umur produk.
“Kami tidak hanya mengurangi limbah, tapi juga menciptakan nilai tambah dari limbah itu sendiri dan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.” tambah Rektor Wan.
UIN Raden Intan telah membangun berbagai fasilitas pendukung seperti Pusat Kompos, Rumah Maggot, dan Bank Sampah yang menjadi contoh nyata dari upaya dalam mendukung ekonomi sirkular.
“Semua fasilitas ini saling terintegrasi dan menghasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis,” ujar Rektor Wan.
Selain pengelolaan fisik, UIN Raden Intan juga melakukan digitalisasi untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Dengan sistem digital, kami berhasil mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi kerja,” ungkap Rektor Wan.
Uin ril
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
