Kolaborasi Riset Dosen UIN RIL Hasilkan Paten Internasional dari UK

Fi fita

Fi fita

Bandarlampung

1 Agustus 2024 16:30 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Sertifikat paten diserahkan secara resmi kepada Rektor UIN RIL Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD oleh Intellectual Property Office UK. Foto : istimewa
Rilis ID
Sertifikat paten diserahkan secara resmi kepada Rektor UIN RIL Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD oleh Intellectual Property Office UK. Foto : istimewa

RILISID, Bandarlampung — Sebuah pencapaian membanggakan diumumkan pada acara pembukaan konferensi internasional The 7th Young Scholar Symposium on Science and Mathematics Education and Environment (YSSSEE) di Novotel Hotel Lampung, Rabu (31/07/2024).

Kolaborasi antara dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) dengan dosen dari kampus luar negeri berhasil mendapatkan sebuah paten internasional yang inovatif.

Sertifikat paten diserahkan secara resmi kepada Rektor UIN RIL Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD dengan nomor desain 6379103 ini, diterbitkan oleh Intellectual Property Office United Kingdom (UK) pada tanggal 25 Juli 2024, dengan tanggal registrasi 18 Juli 2024. 

Paten tersebut merupakan hasil kolaborasi riset dari dosen UIN RIL, Antomi Saregar dan Fredi Ganda Putra, dengan Dr Arti Hadap dari Vile Parle India, dan Dr Vishal Panse dari Sakharkheda India, yang berhasil menciptakan perangkat untuk mengukur energi celah pita (Bandgap energy).

Antomi, salah satu dosen UIN RIL yang terlibat dalam proyek ini menyatakan, bandgap energy merupakan karakteristik penting dalam fisika semikonduktor, yang menunjukkan perbedaan energi antara pita valensi tertinggi yang penuh dan pita konduksi terendah yang kosong.

“Untuk mengukur bandgap energy suatu material, kita bisa menggunakan berbagai metode dan perangkat,” jelasnya.

Lebih lanjut Antomi menjelaskan, paten yang diusulkan merupakan desain baru untuk rangkaian startup op-amp yang tidak memerlukan bias eksternal dan peningkatan pada rangkaian inti bandgap untuk semua referensi tegangan bandgap CMOS (BGR).

Dalam rangkaian BGR konvensional, rangkaian startup biasanya memerlukan sinyal reset daya eksternal (POR) atau terdiri dari beberapa transistor MOS untuk menghasilkan arus bias.

Rangkaian inti bandgap biasanya memiliki dua node yang arus dan tegangannya dikendalikan oleh resistor dengan nilai yang sama.

Desain baru ini menggunakan hanya satu transistor NMOS untuk rangkaian startup sehingga cocok untuk operasi dengan tegangan suplai rendah dan memastikan stabilitas titik bias saat daya dinyalakan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin ril

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya