Atasi Stunting, Tim PKM-K Leguit Unila Ciptakan Biskuit Legume

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

29 Juli 2024 15:30 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto istimewa
Rilis ID
Foto istimewa

“Keunggulan biskuit legume atau produk leguit adalah bahan-bahannya. Tim kami berupaya menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan tinggi nutrisi serta memiliki bentuk yang menarik dan rasa yang enak, sehingga dapat menggugah selera makan pada anak,” ujar mahasiswa Teknologi Industri Pertanian ini, dikutip pada laman resmi Unila, Senin, 29 juli 2024.

Adinda juga memaparkan, kunci keberhasilan dari produk PKM yang mereka buat adalah inovasi biskuit dari keanekaragaman hayati, dan memanfaatkan limbah sebagai ransum bagi balita penderita stunting.

Karena selain bergizi, produk leguit juga memiliki takaran manis yang pas serta bentuk yang menarik namun tetap sehat dikonsumsi anak-anak.

Dilansir dari akun instagram @leguit.id, produk leguit mengandung protein dan kalsium yang tinggi disusul dengan karbohidrat, mineral, dan vitamin yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak.

“Beberapa ciri khas dan keunikan dari produk tim Babolamu Unila sendiri adalah kami berusaha untuk mengangkat warisan budaya di daerah provinsi Lampung dan memanfaatkan hasil alam lokal sebagai bahan utamanya,“ ujar Sidik.

Selain itu, produk biskuit Legume juga memiliki ciri khas berupa penggunaan limbah tulang ikan patin sebagai tepung. Menurut mereka, limbah tulang ikan patin memiliki kandungan 26% kalsium yang bermanfaat dalam meningkatkan gizi yang baik.

Meskipun kacang tunggak dan berbagai bahan yang digunakan memiliki potensi yang besar, tim Leguit sempat mengalami kendala saat menentukan waktu pembuatan produk karena perbedaan jadwal dan manajemen waktu, serta percobaan yang dilakukan berkali-kali agar dapat menentukan resep yang pas dan sesuai.

Lewat produk biskuit legume tersebut, tim Leguit ingin mengedukasi masyarakat bahwa hasil pertanian Indonesia seperti kacang tunggak dan kale tersebut memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa, meskipun di Indonesia sendiri masih kurang dibudidayakan.

Stunting merupakan masalah penting yang harus ditangani. Stunting bisa terjadi pada masa kehamilan maupun balita.

Tingginya angka stunting di Indonesia juga cukup menyedihkan menjadi perhatian besar bagi kita. Oleh karena itu, mari saatnya mulai peduli gizi dan kesehatan terutama untuk buah hati agar menciptakan generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan cemerlang. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Unila

universitas Lampung

stanting

mahasiswa unila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya