Ternyata, Ini Alasan Ma'ruf Amin Mau Dipinang Jokowi
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Calon wakil presiden Ma'ruf Amin menyatakan, kesediaan dirinya menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) karena membela kepentingan umat Islam. Ia membantah dikaitkan dengan bisnis.
"Kepentingan saya adalah umat, bukan bisnis. Saya tak punya bisnis," katanya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Ma'ruf mengatakan, Jokowi memiliki komitmen untuk memperkuat ekonomi umat. Hal tersebut pernah disampaikan Jokowi saat membuka Kongres Ekonomi Umat tahun 2017, yang mengukuhkan Arus Baru Ekonomi Indonesia, yang berintikan membangun ekonomi dari bawah.
Jokowi, kata dia, memiliki program redistribusi aset kepada masyarakat bawah, termasuk ke kalangan pesantren.
"Dia berpihak kepada ekonomi kerakyatan dan keumatan. Dia membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah dan Pak Jokowi sendiri mau jadi ketuanya," jelas Ma'ruf.
Selain itu menurut Ma'ruf, Jokowi ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia serta ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia.
Dalam pertemuan yang dihadiri para pengurus syuriah dan tanfidziyah NU Banyuwangi itu, Ma'ruf kembali menegaskan misinya untuk menjaga kesepakatan bersama antara umat Islam dengan elemen bangsa yang lain. Konsensus nasional yang dimaksud adalah Pancasila dan UUD 1945 sebagai pijakan NKRI.
"Saya menyebut Indonesia sebagai darul mitsaq, negara perjanjian. Ini pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad di Madinah dengan berbagai kelompok," jelasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
