Pansus Money Politics Beri Ruang Pandangan Fraksi
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Setelah rapat internal panitia khusus (pansus) money politics di ruang rapat komisi besar, Selasa (6/11/2018), Ketua pansus Mingrum Gumay memberikan kesempatan kepada fraksi masing-masing di DPRD Lampung untuk menelaah.
"Lagi didalami oleh fraksi masing masing, bisa jadi di fraksi ini ini ada usulan seperti apa, kita hormati, dari sudut pandang apa saja. Tapi pada prinsipnya sesuai dengan hearing memanggil instansi itu tidak bisa dinafikan, artinya fakta money politics itu ada di Pilgub Lampung," ungkapnya.
Diharapkan, kata Sekretaris DPD PDIP Lampung itu, setelah dibahas dengan sudut pandang masing-masing fraksi, bisa segera dibawa ke paripurna.
"Kami menghormati keterwakilan dari fraksi-fraksi itu, harapan kita dituntaskan di bulan November ini, karena ini tahun politik, kita tidak mau terganggu itu, karena kebanyakan ada yang jadi ketua dan masuk struktur timses capres," kata Mingrum.
Lambannya kata dia karena ada penetapan caleg DCT, sibuk koalisi masing-masing parpol di Pilpres, dan reses. "Itu juga tidak bisa ditinggalkan," terangnya.
Bonus pemberian mobil kepada KPU dan Bawaslu dari Bank Mandiri dan BRI, kata Anggota komisi II ini, juga masuk dalam draft.
"Apakah hal itu dibenarkan atau tidak, pemberian bonus mobil itu?" tanyanya.
Nanti, kata Mingrum akan dibahas pagi pada Selasa (13/11/2018) mendatang, jika sudah cukup legal draftingnya baru diparipurnakan.
"Bulan November harus tuntas, dan diparipurnakan, draftnya itu banyak," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Lampung Tony Eka Candra mengaku tadi saat rapat berlangsung alot.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
