Mengacu Survei, Pemerintahan Jokowi Dinilai 'On The Track'

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

26 Oktober 2018 13:10 WIB
Elektoral | Rilis ID
Presiden RI Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.
Rilis ID
Presiden RI Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai, Pemerintahan Jokowi saat ini sudah on the track dalam setiap kebijakannya. Hal ini terlihat dari hasil survei Litbang Kompas pada Rabu, 24 Oktober kemarin.

Dalam survei tersebut, elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf masih jauh lebih unggul, 52,6 persen, dibandingkan kubu penantang, Prabowo-Sandiaga yang hanya 32,7 persen.

"Kerja pemerintah masih dalam track yang bagus," kata Karding dalam siaran pers yang diterima rilis.id dari Direktorat Informasi dan Publikasi TKN Jokowi-Ma'ruf, kemarin.

Menurut dia, hasil ini menandakan bahwa kepercayaan masyarakat memang masih kuat terhadap Jokowi. Sebab, fakta-fakta di lapangan, selama pemerintahannya semua berjalan baik sesuai program kerja dan janji-janji kampanyenya di 2014 silam.

Hasil survei ini, kata dia, tentu akan memacu lagi kerja keras dari tim sukses pemenangan Jokowi-Ma'ruf ke depannya. Apalagi, banyak persepsi yang dimunculkan tim lawan ke publik dalam upaya melemahkan pasangan Jokowi-Ma'ruf, meskipun datanya lemah.

"Tapi, publik kan enggak melihat data, yang mereka lihat ya persepsi itu. Tapi, prinsipnya kita tak masalah. Kita akan terus on the track dan bekerja keras," sambungnya.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati, kuatnya elektabilitas Jokowi dikarenakan gaya komunikasi politiknya yang informal, namun dibarengi dengan bukti kerja nyata. Makanya, publik lebih tertarik.

"Karena, di balik gaya yang kasual dan milenial ini, ada sosok seperti itu (Jokowi) yang bekerja keras. Ini kunci yang bikin elektabilitasnya naik," kata Wasisto.

Sedangkan kubu Prabowo-Sandiaga, kata dia, cenderung cuma melempar wacana saja. Makanya, publik tak melihat rencana kerja yang kongkret. Belum lagi, komunikasinya yang dianggap tak menampilkan gagasan orisinil dari pasangan nomor urut 02 ini.

"Seperti kemarin 'Make Indonesia Great Again'. Ini kan milik orang lain, lalu gagasan dia sebagai pemimpin apa, itu yang harusnya ditampilkan," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya