MLB PKB hanya Soal Waktu, 4 DPW Gaet Dukungan Provinsi Lain

Dwi Des Saputra

Dwi Des Saputra

Bandarlampung

30 Maret 2021 22:33 WIB
Politika | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB, agaknya, hanya soal waktu. Kader PKB di empat provinsi terus bergerilya mencari dukungan dari daerah lain agar MLB terlaksana.

Desakan MLB PKB ini tak main-main. Targetnya adalah untuk menggulingkan kepemimpinan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Pasalnya di bawah kepemimpinan Cak imin, PKB dinilai hancur pelan-pelan. Pemicunya adalah Musyawarah Cabang (Muscab) PKB serentak di Indonesia yang diduga melanggar AD/ART partai tersebut.

Kader pro-MLB khawatir jika hal ini dibiarkan akan memengaruhi suara partai itu di Pemilu 2024 (baca: Tubuh PKB Memanas, Selain Nunik Muncul Desakan Ganti Cak Imin).

Kader empat provinsi yang pro-MLB ini berasal dari Provinsi Lampung, Banten, Daerah Istimewa Yogjakarta, dan Jawa Tengah. Ditambah utusan dari Solo.

Mereka sebelumnya menggelar konsolidasi tertutup di Lampung untuk membahas langkah-langkah MLB. Juga, meminta doa dari kiai PKB agar partai selamat (baca: Aroma MLB PKB Menguat, Kader Diam-Diam Kumpul di Lampung).

Mantan Ketua DPC PKB Bandarlampung, Juanda, mengaku dirinya telah menjalin komunikasi dengan berbagai kader PKB di seluruh Indonesia.

Khusus di Lampung, banyak kader DPC yang tak puas dengan Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik atas pelaksanaan Muscab. 

Banyak pucuk pimpinan DPC PKB yang tiba-tiba dicopot sesaat sebelum Muscab, seperti di Bandarlampung dan Pesawaran.

”Ini melanggar AD/ART. Teman-teman menghendaki Nunik dipecat karena tidak lagi mengindahkan aturan partai,” kata Juanda saat dikonfirmasi, Selasa (30/3/2021). 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya