Kritisi Yusril, ACTA Ajak PBB Gabung Prabowo-Sandi

RILIS.ID

RILIS.ID

Jakarta

8 November 2018 13:47 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX
Rilis ID
Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX

RILISID, Jakarta — Ketua Dewan Pembina ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) Habiburokhman mengkritisi pernyataan Yusril Ihza Mahendra, yang kini menjadi tim hukum capres nomor urut satu, Jokowi-Ma’ruf,

Menurut dia, sikap Yusril tidak tepat dengan seolah menyalahkan capres nomor urut dua, Prabowo-Sandi, terkait sikap Partai Bulan Bintang (PBB) yang belum resmi memberi dukungan.

Yusril mempertanyakan strategi yang disiapkan agar partai-partai pendukung pasangan tersebut juga berjaya di Pileg 2019. Lebih jauh Yusril mencontohkan format koalisi ideal partai di Malaysia.

Habiburokhman menganggap aneh kalau membandingkan format koalisi pilpres Indonesia dengan Malaysia karena ada perbedaan sistem yang ekstrem.

Di Indonesia, pemilu presiden dan legislatif (pilpres-pileg) secara administratif dilaksanakan secara terpisah walau pada tanggal sama. Sementara di Malaysia, pilihan umum raya secara prinsip hanya memilih parlemen. ”Sedangkan Perdana Menteri dipilih dari partai pemenang pemilu parlemen. Jadi tidak mungkin format koalisi di Malaysia diterapkan di Indonesia,” paparnya dalam siaran pers yang diterima rilis.id, Kamis (8/11/2018).

Hal lain, sistem pileg dalam UU Pemilu di Indonesia sangat liberal. Siapa caleg yang memperoleh suara terbanyak dalam satu partai, dialah yang terpilih lebih dahulu.

”Jadi persaingan di pileg kita bukan hanya antarpartai. Bahkan sering lebih sengit terjadi di internal partai antara caleg dalam satu daerah pemilihan,” ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu, Habiburokhman menganggap tidak masuk akal jika Prabowo-Sandi dimintai tanggungjawab untuk menjamin berjayanya seluruh partai-partai pendukungnya di pileg. Sementara di sisi lain kerja pemenangan di pilpres saja sudah sangat berat.

Habiburokhman justru melihat berjayanya partai-partai pendukung Prabowo-Sandi di pileg 2019 akan sangat tergantung bagaimana masing-masing calon legislatif (caleg) di partai mencitrakan pada masyarakat jika mereka pendukung Prabowo-Sandi.

”Pengalaman saya di daerah pemilihan, semakin saya menunjukkan sebagai pendukung Prabowo-Sandi, kian mudah masyarakat menerima saya sebagai caleg,” terangnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya