Jokowi dan Timnya Diminta Jaga Momentum Politik

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

27 Oktober 2018 17:15 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati menilai, kubu pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, harus dapat menahan diri atas berbagai "serangan" politik dari pihak kompetitornya.

"Momentum blunder politik kubu Jokowi yang ditunggu-tunggu," kata Wasisto saat dihubungi rilis.id belum lama ini.

Menurut dia, kubu pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, memang terus melakukan kampanye dengan pola "menyerang". Hal ini dilakukan supaya kubu petahana ini panas.

"Ini bikin kuping panas, lama-lama yang diharapkan adalah elite dari kubu Jokowi blunder. Saat itu terjadi, itulah yang akan dikompori terus menerus," sambung dia.

Konsep yang dipakai tim Prabowo adalah dengan cara mempengaruhi publik. Berbagai isu kontra-pemerintahan dipakai, seperti persoalan ekonomi dan lainnya. Apakah efektif? kata dia tidak selalu.

Sebab, banyak program konkret Jokowi selama empat tahun ini yang memang dirasakan publik. Justru, masyarakat menilai, kubu Prabowo ini tak punya rencana kerja karena cuma melempar wacana saja.

"Prabowo pun tampil tanpa gagasan orisinil, seperti 'Make Indonesia Great Again' kemarin, ini kan gagasan orang lain. Publik pasti bertanya, apa gagasan Prabowo yang sebenarnya?" ungkap dia.

Hal yang ia sayangkan, saat publik tak terlalu terpengaruh dengan isu tersebut, justru Presiden Jokowi lah yang menaggapinya. Semisal, pernyataan soal "Politik Sontoloyo" kemarin.

"Sudah mulai kena. Pihak Prabowo tinggal menunggu momennya," sambung Wasisto.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin, mengatakan hal yang harus dilakukan pihak Jokowi bersama timnya sekarang adalah menjaga momen politik.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya