Jokowi dan Musim Kerja Nyata, Bukan Musim Korupsi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi terkait APBD Perubahan Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016.
Meningkatnya dugaan kasus hukum yang menjerat para pejabat negara dikait-kaitkan dengan era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama menjadi Presiden RI.
Benarkah salah Jokowi? Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pada Selasa, 30 Oktober kemarin. Kata dia, Presiden harus bertanggung jawab atas isu-isu ini.
"Korupsi makin subur di zaman Jokowi."
Tapi kalau kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, justru pemberantasan korupsi yang semakin masif. Era pemerintahan sekarang ini disebut musim kerja nyata.
"Jika ada yang sebut sebagai musim korupsi, itu merupakan upaya pembiasan yang tendensius," kata Tjahjo dalam pesan singkatnya pada Rabu (31/10/2018).
Ia pun mengomparasikan dengan Pemerintahan Presiden RI pertama, Soekarno. Menurut dia, pada zaman itu dikenal sebagai musim ideologi, memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Maksudnya, agar ke depan bangsa Indonesia bisa fokus pada optimalisasi pembangunan infrastuktur, ekonomi dan sosial, serta sumber daya manusia (SDM).
"Era Jokowi lah sekarang musim pembangunan (infrastruktur), sesuai dengan visi dan misinya yang menjadi skala prioritas," sambung Mendagri.
Kalaupun dugaan kasus korupsi makin masif, kata Tjahjo, bukan lah salah pemerintah. Sebab, perilaku korup adalah ekses. Malahan di era ini, penindakan dan pencegahannya jelas terlihat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
