Jokowi Beberkan Isu Hoaks dari Freeport hingga Sontoloyo

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

29 Oktober 2018 07:09 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Surabaya — Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan banyaknya hoaks alias kabar yang tidak benar menerpa dirinya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia meminta kepada kader Partai NasDem menjelaskan kepada masyarakat bahwa isu pemerintah antek asing itu tidak benar. 

"Masyarakat diterpa isu. Tetapi jika dijelaskan secara sederhana dan baik dan bisa diterima masayarakat, maka akan mudah sekali berkomunikasi dengan rakyat," kata Jokowi di gedung Jatim Ekspo, Surabaya, Minggu (28/10/2018).

Jokowi menceritakan keberhasilannya selama menjadi presiden dengan mengambil alih blok Mahakam dan blok Rokan di Riau yang kini dikelola oleh Pertamina. Ia juga menyebut pemerintah berhasil mengakuisisi saham Freeport sebesar 51 persen. Sehingga, sebutan pemerintah antek asing itu dianggap tidak benar.

"Ada blok Mahakam yang dikelola Perancis dan Jepang, sudah diserahkan 100 persen ke Pertamina,” kata Jokowi.

Ia pun juga merincikan mengenai freeport di Papua. Dari hasil freeport yang sebelumya didapat 9,3  persem,  kini  sudah mendapatkan 51 persen.
 
"Ini  antek asingnya dimana, harus dijelaskan," tegas Jokowi.

Isu kedua versi Jokowi adalah isu Tenaga Kerja Asing. Kata Jokowi, ada isu yang beredar, mengatakan adanya  10 juta tenaga kerja masuk ke Indonesia dari Tiongkok.  

"Sepuluh  juta itu adalah tanda tangan kita untuk turis yang masuk indonesia. Bukan tenaga kerja asing. Yang ada justru tenaga kerja  kita yang banyak bekerja di sana. Bukan antek asing, justru antek Indonesia," kelar Jokowi.

Isu ketiga adalah isu yang paling membuat Jokowi jengkel, yakni isu PKI. Pasalnya, beredar foto gembong PKI, Aidit, yang sedang berpidato, dan tampak pemuda berwajah  mirip Jokowi berdiri di depan Aidit.

"Saya lahir tahun 1961, PKI bubar 1966. Pada waktu saya masih kecil. Masak ada PKI balita? Saya sampai jengkel. Ini namanya politik sontoloyo," kata Jokowi hingga membuat yang hadir merasa tertawa.

Isu keempat yang juga dirisaukan Jokowi adalah isu kriminalisasi ulama. "Tiap hari saya dengan ulama, tiap minggu masuk pesantren. Sekarang wakilnya, topnya ulama," lanjutnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya