Gaya Autentik dan Orisinal Lebih Diminati Pemilih Muda
Anonymous
Purwokerto
RILISID, Purwokerto — Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman, Luthfi Makhasin menilai, gaya orisinal dan autentik sangat efektif untuk menjaring suara pemilih milenial atau pemula pada Pemilu 2019.
Mendekati pemilih pemula muda memang menjadi suati keharusan bagi para elite politik sekarang ini. Tapi, kalau gayanya meniru mereka, seakan-akan milenial malah dianggapnya kurang efektif.
"Dalam hal ini, seharusnya politikus lebih banyak menjalankan gaya politik yang orisinal dan autentik," kata dia seperti dikutip Antara, kemarin.
Orisinal dan autentik, kata Luthfi, dalam pengertian memiliki ciri khas tersendiri dan tidak meniru yang lain serta menjadi dirinya sendiri.
"Politisi inu perlu menjadi diri sendiri, tidak meniru dari yang lain. Pemilih milenial saya kira membutuhkan figur politikus dengan dua karakter itu," katanya.
Yang perlu diperhatikan, menurut dia, generasi milenial termasuk generasi yang jenuh dan bosan dengan gaya politikus lama yang kurang merakyat.
"Perlu cara yang kreatif dan inovatif untuk menjaring suara mereka," ujarnya.
Para politisi, katanya lagi, juga harus proaktif mendekati pemilih pemula dengan memanfaatkan media sosial.
Ia menegaskan bahwa pendekatan politik yang disampaikan dengan tampilan, gaya, serta isi yang kreatif dan inovatif akan menarik minat pemilih pemula.
"Dalam beberapa studi, jenis pemilih ini memang biasanya cenderung tidak terlalu aktif dalam politik. Akan tetapi, studi yang sama menunjukkan mereka sangat melek informasi dari media sosial," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
