Walikota Bandar Lampung Menangis, Dengar Cerita Korban Tenggelam Sempat Minta Setelkan Suara Hadroh dan Shalawatan
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Walikota Bandar Lampung Eva Dwiyana mendengarkan cerita orang tua korban anak tenggelam yang minta disetelkan suara Hadroh dan shalawatan kepada orangtuanya dan berdoa untuk kakaknya.
Orang tua korban Rowiyah (50) warga Jalan Ikan Liter, Kangkung, Bumi waras, Telukbetung Selatan mengatakan, sebelum pergi ke laut sempat menyuapi anaknya menggunakan sayur sop.
"Sehabis bermain handphone, anak saya bilang Mak tolong setelkan hadroh dan shalawatan. Sudah itu dia bilang mau doa buat emak, bapak, sama kakaknya karena mau ngasih nama adek. Mudah-mudahan aak dapet uang banyak buat ngasih nama adek," ujarnya, Jumat (26/1/2024).
Namun setelah selesai makan, korban sempat bertanya kepada orangtuanya perihal mainan kapal yang dimilikinya. Namun sudah tidak ada lagi di dalam rumah dengan alasan dibuang.
Anaknya bilang kepada orangtuanya, bahwa jangan dibuang karena punya Alfian, kemudian korban sempat ngambek karena hal tersebut.
"Setelah itu Ian (Korban-red) bilang mau ke laut ya, mau nyari kapalan Ian. Sempat saya larang tapi tetsp main lalu doa sebelum ke laut dan berenang," Imbuhnya.
Mendengar cerita itu, Bunda Eva Dwiana mengatakan agar jangan saling menyalahkan, kasihan anaknya.
"Ingat jangan menyalahkan satu sama lain, saling menguatkan Insya Allah bisa tegar menghadapi cobaan ini," katanya.
Walikota yang ikut menangis mengaku dirinya juga sebagai orang tua. Ia tidak melarang anak berenang, tetapi dilihat juga jangan lepas begitu saja.
"Jangan mentang mentang dia bisa berenang, jadi dilepaskan," imbuh Bunda Eva.
Walikota
Bandar lampung
Anak tenggelam
Pesisir Pantai
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
